Bencana Yang Memprihatinkan Indonesia Kala Pandemi

Bencana Yang Memprihatinkan Indonesia Kala Pandemi

Bencana Yang Memprihatinkan – Seorang juru bicara kelompok kerja untuk manajemen Covid-19 Wiku Adisasmitte mengingat potensi bencana alam yang dapat terjadi selama beberapa waktu ke depan. Secara geologis dan hidrologi, Indonesia rentan terhadap bencana yang disebabkan oleh curah hujan tinggi seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga tornado. Ada juga potensi lain untuk bencana, seperti letusan Gunung Merapi. Oleh karena itu, ini harus diantisipasi di tengah situasi Pandemia Covid-19.

Bencana Yang Memprihatinkan Indonesia Kala Pandemi

“Kami mengingat pemerintah daerah dan publik untuk mengetahui potensi bencana,” kata Wiku pada konferensi pers yang dikeluarkan oleh Sekretariat Presiden.

Baca artikel lainnya: Seorang Gadis Pelihara Monyet Mendapat 3 Juta Viewers Pada Videonya

Gubernur Nova Iriansyah meminta pembiakan bantuan kemanusiaan bagi para korban gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulawesi Barat). Sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap penderitaan yang dialami oleh para korban gempa bumi Sulawesi Barat, Nova pada nama pribadi segera mendaftarkan komitmen bantuan RP. 10 juta.

Dari video sirkulasi Sulawesi Barat yang mengkhawatirkan. Video 30 detik menunjukkan tindakan beberapa penduduk yang membawa bantuan ke kekuatan yang dipanggil untuk menyalurkan korban gempa Majene dan Mamuju. Video pendek tentang korban gempa yang berjuang untuk bantuan di jejaring sosial. Menteri Sosial, Tri Rismaharini, meminta tindakan ini, tidak dianggap menjarah. Karena, menurut Risma, mereka lapar.

Penanganan Bencana Yang Memprihatinkan Di Tanah Air

Kepala Badan Penduduk Nasional dan Keluarga Berencana (BKKBN), Dr. Bahkan Wardoyo, SP.OG (K) mengatakan bahwa mencegah anak-anak dari menjadi sangat penting. Menurutnya, pernikahan anak-anak dapat berdampak negatif pada anak-anak dari berbagai aspek, termasuk kesehatan.

Penanganan Bencana Yang Memprihatinkan Di Tanah Air

“Perkawinan anak-anak berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Ketika mereka menikah, banyak proses pertumbuhan dan pembangunan tidak berlanjut dengan benar dalam dapat memainkan permainan sbobet online,” kata Hasto di BKKBN Webminar, Kamis (2/7/2020).

Secara biologis, lanjutnya, pertumbuhan tulang belum berhenti pada usia 15 tahun. Ketika anak-anak mengalami kehamilan, pertumbuhan tulang dan anak yang ditahan tidak memiliki kesempatan untuk menjadi wanita yang lebih tinggi.

Menurut Ubaid, pemerintah harus dapat menangani situasi ini sejak awal. Namun, kepatuhan terhadap hak-hak pendidikan bagi warga negara belum menjadi sektor utama dalam situasi darurat. “Abaikan sektor pendidikan pada saat bencana adalah kelalaian yang fatal yang mengundang bencana berikutnya yang lebih destruktif”,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *