Deddy Corbuzier Kritik KPI, Protokol Kesehatannya Mana?

Presenter Deddy Corbuzier mengkritik Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait protokol kesegaran (prokes) penggunaan masker di acara talkshow dan sinetron. PPP menilai KPI perlu menindak media yang menayangkan sinetron tanpa menerapkan protokol kesehatan. “KPI perlu beri tambahan pelajaran sehingga media yang menayangkan sinetron tanpa protokol kesegaran perlu ditindak, sebab media selanjutnya jelas-jelas melanggar prokes tersebut,” kata elite PPP Syaifullah Tamliha kepada wartawan.

Semenjak Pandemi memang kondisi dunia seperti sedang kalut akan masalah kesehatan, bahkan jauh lebih serius daripada petaruh yang mengakses link sbobet demi meraih penghasilan tambahan mereka. Lebih lanjut, Tamliha menilai KPI mempunyai kewenangan menindak media yang tak taat prokes. Ia terhitung berharap KPI tidak melakukan tebang menentukan pada media yang menayangkan sinetron tanpa prokes. “Gunakan kewenangan yang dimiliki KPI,” tuturnya.

Komisi I DPR RI Angkat Suara Tentang Pendapat Deddy Corbuzier

Menurut bagian Komisi I DPR RI itu, KPI terhitung perlu peka pada keadaan normal baru pandemi COVID-19. Karena itu, ia menganjurkan KPI ikut melakukan penyesuaian. “KPI terhitung perlu mengatur zaman dengan peka pada kehidupan normal baru sehingga para artis terhitung terselamatkan,” tuturnya. Diberitakan sebelumnya, Deddy Corbuzier menyoroti ketentuan KPI soal protokol kesegaran COVID-19 di acara-acara televisi. Deddy menyinggung soal penggunaan masker di acara talkshow dan sinetron.

Karena sejak awal memang kondisi adanya Covid-19 membuat perekonomian masyarakat Indonesia memburuk. Awalnya, Deddy mempertanyakan soal ketentuan protokol kesegaran dari KPI. Dia bingung soal ketentuan penggunaan masker. Deddy tak menyoal jikalau andaikan protokol kesegaran didalam proses memproduksi film atau sinetron telah diterapkan secara baik. Dia kuatir saat adegan didalam sinetron tak mengenakan masker justru menjadi cerminan di masyarakat.

“Gua ini kembali bingung serupa ketentuan KPI, Komisi Penyiaran Indonesia. Kan gua mempunyai talkshow, talkshow gua duduknya jauh-jauh, tidak berdiri, tidak salam-salam, telah mengikuti protokol kesehatan, PCR, semuanya, konsisten perlu manfaatkan masker. Nah Anda mungkin belum pernah ngebawain talkshow 1 jam manfaatkan masker.

Teman-teman mungkin nggak berani ngomong juga, namun ya sudahlah, anggap aja sebetulnya itu ngebantu. Tapi sinetron boleh nggak manfaatkan masker. Mantap,” ujar Deddy layaknya didalam unggahan videonya di account Instagram @mastercorbuzier. “Apakah mungkin kalian berpikir protokol kesegaran mereka lebih baik dibandingkan kita, saya nggak tahu. Atau protokolnya lebih mahal, saya terhitung nggak tahu,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *